Site icon The Forever Saga

Sejarah Psikologi Islam dan Perkembangannya yang Wajib Diketahui

Sejarah Psikologi Islam

Untuk anda yang belajar mengenai dunia psikologi, maka ada berbagai macam hal yang harus anda pelajari. Salah satunya adalah dunia psikologi Islam dimana mempunyai peran yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Untuk memahami bagaimana penjelasan ini lebih jauh, maka anda bisa langsung menyimak ulasan dibawah ini.

Sejarah Psikologi Islam

Psikologi Islam sendiri merupakan psikologi dimana mempunyai warna maupun nuansa Islam. Tetapi pembentukannya ternyata tidaklah sederhana seperti itu. Intergrasi antara ilmu pengetahuan maupun agama memang seringkali akan menimbulkan pertentangan terutama buat mereka yang memandang bahwa ilmu pengetahuan haruslah objektif dan terbebas dari nilai-nilai.

Selain itu, psikologi Islam ini sendiri merupakan psikologi yang berlandaskan Islam. Dimana berasal dari ilmu nafs atau dalam bahasa arab memiliki arti jiwa dimana merupakan sala satu ilmu kajian kejiwaan dimana berkembang pada zaman keemasan Islam. Psikologi ini mempunyai kemiripan dan dikembangkan juga berdasarkan dengan psikologi modern tetapi sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Selain dilahirkan dari sebuah penelitian empiric yang terbatas hanya dengan kemampuan manusia, psikologi Islam ini pun ternyata berdasarkan dengan kita suci Al-Quran dan kajian Al Hadist Nabi Muhammad SAW.

Tercatat apabila psikologi Islam mempunyai berbagai macam sumber klasik. Didalam Al-Quran maupun Al-Hadist sendiri terdapat sejumlah ayat-ayat yang menceritakan mengenai jiwa orang-orang yang beriman, orang kafir hingga tingkat laku yang dimilikinya. Lahirnya psikologi Islami ini sendiri juga tidak bisa terlepas dari sejarah upaya Islamisasi pengetahuan.

Berdasarkan Pendapat Ancok dan Suroso (1994)

Ancok dan Suroso (1994) menyatakan apabila sejarah dari perkembangan Islamisasi pengetahuan tela dimulai pada abad ke 20. Pada abad ini dipelopori oleh salah satu lembaga the International Institute of Islamic Thought di tahun 1931, dimana awalnya berpusat di Washington DC Amerika Serikat. Pada saat itu, para pemikir Islam merasa prihatin dengan kondisi umat Islam dimana meniru kebudayaan asing.

Proses deIslamisasi, westernisasi hingga sekularisasi akhirnya mengantarkan para umat Islam berada di anak tangga terbawah dari bangsa-bangsa. Lembaga itulah yang menggunakan Al-Quran sebagai bahan penyaring untuk ilmu pengetahuan modern.

Adapun gagasan mengenai integrasi Islam maupun ilmu pengetahuan diberikan oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas dimana menjadi langkah awal mengintegrasikan Islam dan ilmu pengetahuan didalam sebuah lembaga yang cukup terorganisir. Selain itu, Islmail Al-Faruqi juga merumuskan 12 langka dimana bertujuan buat mengintegrasikan Islam ilmu pengetahuan. Langkah-langka tersebut terdiri dari :

  1. Penguasaan disiplin ilmu pengetahuan.
  2. Survey disiplin ilmu.
  3. Adanya penguasaan terhadap khazanah Islam untuk tahap analisis.
  4. Penentuan relevansi spesifik untuk setiap disiplin ilmu.
  5. Penilaian kritis terhadap disiplin ilmu modern.
  6. Survey mengenai masalah-masala umat manusia dan masih banyak lagi.

Kendati demikian dari sisi sejarah psikologi Islam, didalam perkembangan menurut Haque (2004) tercatat apabila terdapat 3 corak pendekatan dalam memahami jiwa manusia didalam keilmuan Islam. 3 corak tersebut yaitu:

  1. Pendekatan Qurabu Nabawi dimana jiwa manusia akan dipahami dengan merujuk pada keterangan Al-Quran dan Al-Hadist.
  2. Pendekatan filosofis mengurusi tentang masalah jiwa oleh filusuf Yunani Klasik.
  3. Ketiga adalah pendekatan sufistik dimana penjelasan mengenai jiwa manusia berdasarkan dengan pengalaman spiritual ahli-ahli tasawuf.

Demikian sejarah psikologi Islam yang bisa menjadi informasi tambahan buat anda dalam dunia psikologi tersebut. Psikologi Islam ini sendiri ternyata berbeda dengan psikologi modern lainnya. Dimana psikologi Islam lahir berdasarkan dengan penafsiran terhadap Al-Quran maupun Al-Hadist.

Exit mobile version